Tak Mau Ikut Langkah Donald Trump, Netanyahu Bakal Lakukan Serangan Sepihak ke Iran

Israel bakal melakukan serangan sepihak ke Iran tanpa bantuan Amerika Serikat (AS) jika perang dengan Iran berakhir. Hal didukung situasi koalisi AS dan Israel yang kurang sejalan akhir-akhir ini.

MyLiderNews.com— Israel bakal melakukan serangan sepihak ke Iran tanpa bantuan Amerika Serikat (AS) jika perang dengan Iran berakhir. Hal didukung situasi koalisi AS dan Israel yang kurang sejalan akhir-akhir ini.

Dilaporkan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump terus berselisih paham dalam menetapkan langkah memerangi Iran yang sudah berlangsung hampir setengah tahun.

Di satu sisi, Donald Trump terus berupaya agar Iran menyepakati isi proposal untuk mengakhiri perang yang diajukan AS.

Sementara itu Netanyahu tidak mengikuti langkah Trump untuk berdamai dengan Teheran. Tentu dalam hal ini, Netanyahu punya pertimbangan tersendiri sehingga menyiapkan opsi lain.

Media lokal Israel, Channel 13 Israel, melaporkan bahwa pemerintahan Netanyahu membuka opsi melancarkan serangan ke Iran tanpa melibatkan Amerika Serikat.

Menurut laparan itu, militer Israel juga tengah mempersiapkan serangan saat AS berusaha mencari “jalan keluar” untuk menghentikan perang dengan Iran.

Dikutip dari Al Jazeera, PM Netanyahu mengeklaim Iran bermaksud terus mengembangkan senjata nuklir, sesuatu yang mengancam dan dianggap sangat berbahaya bagi Israel.

“Sebagai Perdana Menteri Israel, saya bertekad mencegah Iran dari senjata nuklir,” kata Netanyahu pekan lalu, sebagaimana diberitakan Al Jazeera.

Sejumlah pakar memang sudah menduga Israel merencanakan serangan unilateral ke Iran untuk mencegah apa yang selama ini mereka takutkan dan gembor-gemborkan.

“Israel hanya punya satu strategi menyerang langsung ancaman yang mengancam global dan melakukannya sendiri, jika perlu,” kata peneliti senior di Institut Keamanan Nasional Misgav Israel, Kobi Michael, dikutip Al Jazeera.

Pakar lain menganggap rencana Israel semacam itu jadi upaya Netanyahu mengalihkan kekacauan politik di dalam negeri. Sebab politisi dari partai Likud itu tengah diselidiki karena dugaan korupsi hingga didesak mundur dari kursi PM.

Baca Juga  Presiden Ukraina Zelenskyy Sebut Gencatan Senjata Lebih Baik dari Perang Berkepanjangan

Namun, mantan diplomat AS Aaron David punya pandangan berbeda. Menurut David, Israel tak mungkin melancarkan serangan ke Iran tanpa melibatkan AS.

“Hal seperti itu mungkin terjadi jika Iran atau Hizbullah menyerang Israel secara langsung,” kata David.

“Tetapi pembicaraan soal Israel menyerang Iran sekarang, ketika negosiasi Amerika Serikat sudah sangat dekat dengan kesimpulan adalah hal yang mustahil,” lanjut dia.

David menyoroti hubungan panas dingin antara Trump dengan Netanyahu. Politikus Republik itu pernah murka ke PM Israel karena sejumlah hal.

Salah satunya saat Netanyahu memberi tahu Trump soal uranium Iran yang sudah diperkaya dan dituduh disembunyikan di Pickaxe Mountain.

“Saya tak butuh Bibi memberi tahu saya soal itu. Bibi memberi tahu karena dia ingin saya terlibat,” kata Trump merujuk ke sapaan akrab Netanyahu.

Di luar itu, AS sedang mengupayakan penghentian perang dengan Iran tanpa melibatkan Israel dan melanjutkan fase kedua gencatan senjata Israel-Hamas menunjukkan perubahan hubungan.

Meski demikian, AS akan terus menggelontorkan bantuan militer ke Israel dan ini harus betul-betul diperhatikan.

“Izinkan saya memperjelas. Netanyahu punya peran besar dalam bagaimana perang ini dimulai. Dia tidak akan memiliki peran dalam bagaimana perang ini beralih ke fase berikutnya,” ungkap David.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *