MyLiderNews.com, Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris yang baru, terhitung mulai Senin (20/7) setelah sebelumnya Keir Starmer secara resmi mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Setelah bertemu Raja Charles III di Istana Buckingham, Andy Burnham langsung mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat dalam menghadapi krisis biaya hidup. Dalam pidato perdananya, frasa kunci Andy Burnham yang dapat memicu harapan, “Kita harus menjadi lebih baik”.
Dia menyampaikan rencana 10 tahun bagi negaranya. “Momen ini akan menjadi titik balik bagi Inggris,” ujar Burnham seraya berjanji akan mengakhiri fenomena rough sleeping (tuna wisma) dan membangun lebih banyak rumah sosial milik pemerintah daerah.
Perdana Menteri baru itu juga mengatakan akan mendistribusikan kembali kewenangan yang selama ini terpusat di Westminster ke berbagai wilayah di Inggris Raya.
Para koresponden BBC menjelaskan bagaimana kebijakan tersebut dapat diterapkan di Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara.
Menjadi Perdana Menteri (PM) kelima Inggris dalam empat tahun terakhir, Burnham akan mulai menyusun kabinetnya, termasuk menunjuk dan mencopot para menteri.
Menurut koresponden BBC Nick Eardley, tim Burnham masih sangat tertutup mengenai siapa saja yang akan masuk kabinet.
Pasca terpilih menjadi Perdana Menteri, Burnham belum banyak bicara mengenai rencananya terkait sejumlah kebijakan. Namun, menurut ulasan BBC, sejumlah isu bakal menjadi perhatian PM baru Inggris.
Pertama, soal biaya hidup. Setelah menjadi perdana menteri, Burnham diperkirakan akan menjelaskan tentang rencananya menyangkut upaya memberi “ruang bernapas bagi masyarakat terkait biaya hidup”.
Kedua, identitas digital. Burnham akan membatalkan rencana kartu identitas digital yang diterbitkan pemerintah untuk seluruh warga Inggris yang sudah dewasa.
Ini dilakukan untuk mengalihkan fokus ke “prioritas sehari-hari yang dihadapi masyarakat di seluruh negeri”, menurut kantor Burnham.
Ketiga, minyak Laut Utara. Burnham juga diprediksi akan mengumumkan rencana pengeboran minyak dan gas baru di Laut Utara. Menurut informasi yang diperoleh BBC News, langkah ini kemungkinan besar hanya akan mendukung lisensi yang sudah ada, bukan menerbitkan yang baru.
Kempat, Thames Water. Burnham sebelumnya berkata ingin ada “pengawasan publik yang besar” terhadap sektor air dan energi. Akan tetapi, ia belum sampai pada tahap gagasan nasionalisasi penuh. Para kreditur Thames Water bersiap menentang tiap upaya untuk menasionalisasi perusahaan air terbesar di negara itu.
Kelima, bidang pajak. Burnham berkata masih ada “sedikit ruang” untuk perubahan dalam kebijakan pajak. Dalam wawancara dengan LBC, ia mengisyaratkan tarif pajak properti komersial untuk gudang dapat dinaikkan untuk menambal pemotongan pajak bagi pub dan beberapa usaha di jalan utama.
Namun, ia menegaskan akan tetap berpegang pada janji Partai Buruh dalam manifesto Pemilu 2024. Antara lain, tidak menaikkan PPN, pajak penghasilan, atau iuran Jaminan Sosial. Ia juga tidak menutup peluang untuk menerapkan pajak kekayaan.
Keenam, kewenangan lokal. Prioritas utama adalah memberikan lebih banyak kewenangan dari parlemen kepada dewan dan otoritas daerah. Hal ini akan mencakup pemberian kendali yang lebih besar di bidang-bidang seperti perumahan dan transportasi.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, ia ingin membentuk tim No. 10 yang berada jauh di utara London dan bermarkas di Manchester.
Lantas siapa saja yang berpeluang masuk dalam kabinet Burnham?
Burnham telah berencana membentuk susunan menteri yang baru. Akan tetapi, ia masih merahasiakan nama-nama yang dipilih masuk dalam tim pemerintahannya.
Perhatian utama pun tertuju pada siapa yang akan ditunjuknya sebagai Menteri Keuangan untuk menggantikan Rachel Reeves. Menteri Energi, Ed Miliband, selama ini dianggap sebagai kandidat terkuat.
Namun belakangan, muncul juga Menteri Dalam Negeri, Shabana Mahmood yang juga disebut-sebut mungkin duduk dalam jabatan tersebut.
Pembagian jabatan di dalam kabinet selalu menjadi upaya penyeimbang untuk memastikan keterwakilan berbagai sayap partai dan menjaga keseimbangan gender dalam tim.
Sebab, susunan jabatan kabinet utama yang seluruhnya diisi laki-laki tidak akan memberikan citra yang baik.
Burnham telah menunjuk James Purnell, teman dekat dan sekutu dari masa jabatan sebelumnya, sebagai kepala staf. Posisi ini merupakan kunci di belakang layar.
Mantan Menteri Transportasi, Louise Haigh, yang memimpin kampanye pemilihan sela Burnham, juga kemungkinan akan diberi peran sebagai menteri dalam jajaran kabinetnya di Downing Street.





