MyLiderNews.com— Kim Yo Jong, adik kandung pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kembali melemparkan pernyataan keras.
Kali ini pernyataan provokatifnya ditujukan kepada Jepang yang dinilainya sebagai negara penjahat perang.
Sebelunya, sosok yang dijuluki sebagai ‘Pembisik’ Kim Jong Un itu mengecam keras ASEAN pada 27 Juli 2026 karena organisasi tersebut menyerukan denuklirisasi Semenanjung Korea dalam pertemuan ASEAN Regional Forum.
Yo Jong menuduh ASEAN mengikuti narasi Amerika Serikat dan memperingatkan agar tidak menjadi corong bayaran Washington.
Ia menyebut seruan denuklirisasi sebagai “mimpi liar yang bodoh” karena status nuklir Korut sudah masuk konstitusi dan tidak bisa diubah.
Ia mengeritik sikap Menlu ASEAN dalam forum regional hanya mengekor kemauan Amerika Serikat dan mengabaikan posisi Korea Utara.
Ia lantas mengingatkan ASEAN agar berhati-hati dan tidak membiarkan diri mereka disalahgunakan sebagai juru bicara kepentingan Washington.
Pernyataan keras itu ia lontarkan seminggu lalu. Sekarang Yo mengalihkan fokus kecaman ke Jepang lantaran negara Samurai Biru itu meluncurkan uji coba rudal Tomahawk buatan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor berita Korut, Korea Central News Agency (KCNA), Yo menyebut Jepang negara penjahat perang.
“Sekarang jelas bahwa langkah tersebut [uji coba Tomahawk] pada akhirnya adalah taktik terselubung untuk menutupi ambisinya menjadi raksasa militer,” kata Yo Jong, dikutip Mainichi Jepang, Rabu (5/8).
Ia menyinggung bahwa setelah kalah dalam Perang Dunia II, dalam konstitusinya Jepang berjanji tak akan menggunakan ancaman atau kekerasan untuk menyelesaikan sengketa internasional.
Jepang bahkan tak punya militer resmi atau angkatan bersenjata. Sebagai gantinya, mereka punya organisasi pertahanan yang disebut Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Force/JSDF).
Namun, strategi keamanan nasional Jepang yang diadopsi pada 2022 membuka jalan bagi negara ini memperoleh kemampuan menyerang pangkalan musuh sebagai tindakan membela diri dalam batasan Konstitusi yang menolak perang.
“Masyarakat internasional harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ambisi militer yang gegabah dari keturunan negara penjahat perang yang ingin mewujudkan mimpi lama [ekspasionisme] Jepang,” imbuh Yo Jong.
Di kesempatan itu, Yo Jong juga mengatakan suara kecaman dan peringatan saja tak akan bisa mendinginkan ambisi Jepang untuk menginvasi ulang negara lain. “Kita harus membuat mereka menyesal,” ujar dia.
Sekadar informasi, Kim Yo Jong dengan pernyataan provokatifnya kerap bikin tegang hubungan negaranya dengan Korea Selatan.
Yo Jong mengecam pernyataan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol yang ingin membantu Korut untuk membujuk negara itu melakukan denuklirisasi.
Dalam dunia politik global, Yo dikenal memiliki karakter yang ambisius, tegas, cerdas, dan tanpa kompromi. Ia sering digambarkan sebagai figur nomor dua terkuat sekaligus “tangan kanan” paling dipercaya oleh kakaknya.
Banyak pengamat internasional menilai karakternya sangat tangguh dan berpotensi menjadi penerus kekuasaan tertinggi di Korea Utara.





