Anak Mantan Presiden Sri Lanka Ditangkap atas Dugaan Korupsi Pembelian Pesawat Terbang Rp14 M

Namal Rajapaksa ditangkap pekan lalu atas dugaan korupsi pembelian pesawat senilai US$800.000. Pembelian pesawat SriLankan Airlines terjadi saat ayahnya menjabat.

MyLiderNews.com – Perseteruan politik dan kasus hukum kerap berjalan kelindan. Hukum bisa digunakan untuk meredam ambisi politik seseorang.

Setidaknya itulah kesimpulan sementara atas penangkapan Namal Rajapaksa, anak mantan presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa.

Namal Rajapaksa ditangkap pekan lalu atas dugaan korupsi pembelian pesawat senilai US$800.000. Pembelian pesawat SriLankan Airlines terjadi saat ayahnya menjabat.

Sebagaimana diberitakan Reuters Jumat (11/9/2026), Namal ditangkap setelah menjalani pemeriksaan lebih dari lima jam oleh Komisi Penyelidikan Dugaan Penyuapan atau Korupsi (CIABOC).

Penangkapan politikus 40 tahun yang langsung ditahan hingga 18 September itu atas peringkat Pengadilan tinggi Sri Lanka.

Namal sendiri membantah telah melakukan korupsi sebagaimana dituduhkan kepadanya dalam kasus tersebut.

Hingga berita ini tayang, pihak kuasa hukum Namal belum memberikan komentar terkait penangkapan tersebut.

Diketahui, kasus ini merupakan bagian dari penyelidikan atas pembelian pesawat dari produsen Eropa Airbus pada 2013.

Penyelidikan kembali bergulir dan delegasi Airbus diketahui datang ke Kolombo pada Agustus untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan guna membantu proses pemeriksaan.

Kasus tersebut juga berkaitan dengan penyelidikan internasional terhadap Airbus mengenai dugaan penyuapan dan korupsi dalam penjualan jet.

Pada 2020, Airbus mencapai kesepakatan dengan otoritas Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan perkara tersebut dengan membayar denda US$4 miliar atau sekitar Rp70,4 triliun.

Penangkapan Namal menambah sorotan terhadap keluarga Rajapaksa, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan politik utama Sri Lanka.

Namal kini berada di tengah proses hukum saat pemerintah dan aparat antikorupsi memperluas penyelidikan transaksi terkait SriLankan Airlines.

Sementara itu, SriLankan Airlines dan Airbus belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai penangkapan tersebut maupun penyelidikan yang sedang berlangsung.

Baca Juga  Megawati dan Mimpi Indonesia Masa Depan

Mengenal sosok Namal Rajapaksa

Namal salah satu tokoh utama Partai Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP), partai oposisi pemerintah saat ini.

Anak mantan presiden Mahinda Rajapaksa ini mulai mendapat sorotan sejak pemilu 2024.

Diberitakan Tamil Guardian, kala itu melalui manifesto SLPP, Namal melontarkan gagasan warisan ayahnya.

Ia menyampaikan konsep pembangunan yang menggabungkan solusi berkelanjutan terhadap tantangan abad ke-21 dan perkembangan teknologi.

Namal sangat kagum dengan sang ayah terutama kepemimpinannya selama perang saudara Sri Lanka.

Menurut Namal upaya perang pemerintah saat itu sebagai upaya menghadapi “calculated damage” dan “collateral damage”.

Pada 20216 l, amal juga dikaitkan dengan tuduhan pencucian uang dan ditangkap.

Ia dituduh melakukan pencucian uang yang berkaitan dengan sebuah kesepakatan perusahaan properti ketika ayahnya masih berkuasa.

Perusahaan tersebut menyewa lahan milik negara di pusat Colombo untuk proyek senilai sekitar US$650 juta.

Proyek itu mencakup pembangunan gedung apartemen, hotel mewah, dan pusat perbelanjaan.

Kesepakatan tersebut kemudian menuai kontroversi setelah tokoh oposisi menuduh adanya pembayaran rahasia untuk mengamankan transaksi lahan tersebut.

Namal juga pernah dikaitkan dengan kontroversi terkait kasus penculikan, penyiksaan dan pembunuhan pemain rugby terkenal Sri Lanka, Wasim Thajudeen.

Melansir laman India Today, Namal kini mendapat penjagaan ketat di penjara.
Pengaturan khusus juga dilakukan kepadanya di sekitar sel.

“Pengamanan di sekitar selnya di Penjara Remand Colombo diperketat,” kata pejabat penjara.

“Sementara itu, permintaannya untuk mendapatkan makanan yang dimasak di rumah telah diizinkan dan dia diperbolehkan menerima tiga pengunjung setiap hari,” tambah pejabat itu lagi.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *