MyLiderNews.com -Federasi Sepakbola Prancis (FFF) telah menunjuk Zinedine Zidane menjadi pelatih Timnas Prancis. Zidane menggantikan Didier Deschamps yang mundur setelah membawa Prancis finis di peringkat keempat Piala Dunia 2026.
Deschamps mengakhiri karir selama 14 tahun bersama timnas Prancis dan telah membawa Prancis juara Piala Dunia 2018. Prancis memenangkan Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 di Stadion Luzhniki, Moskow, pada 15 Juli 2018.
Pada 2022, Descamp kembali membawa Prancis ke final Piala Dunia Qatar, namun dikalahkan Argentina dan menempati posisi runner up. Di Paiala Dunia 2026, mereka hanya menempati peringkat keempat, setelah Inggris menang 6-4.
Selang dua pekan setelah Piala Dunia, Federasi Sepakbola Prancis (FFF) akhirnya menunjuk pelatih baru, Zidane yang dikontrak empat tahun alias sampai Piala Dunia 2030 terhitung mulai aktif 1 Agustus.
FFF tentu bukan asal memilih pelatih kepala untuk Timnas Prancis. Zidane memiliki rekam jejak apik sebagai pemain dengan menorehkan sejumlah prestasi.
Ia meraih sukses besar bersama timnas Prancis sebagai pemain, termasuk menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Ia mencatat 108 penampilan di timnas/
Di Piala Dunia 1998, ia mencetak dua gol di laga final melawan Brasil. Di Piala Eropa (Euro) 2000, Prancis meraih trofi dan Zidane dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.
Pada Piala Dunia 2006 ia meraih penghargaan Bola Emas sebagai pemain terbaik dan Ballon d’Or pada tahun 1998 dan sebagai pemain terbaik Dunia sebanyak tiga kali (1998, 2000, 2003).
Semua itu menjadi hitungan FFF dalam memilihnya sebagai pelatih. Kini ia menjadi pelatih yang memilik filosfi sendiri dalam meracik tim. Zidane berfokus pada sepak bola menyerang, penguasaan bola yang kuat, dan memberi kebebasan peran kreatif seperti gelandang nomor 10.
Dengan filosofi itu, Prancis bakal tetap menjadi tim yang berbahaya bagi lawan. Ia mampu menjaga Fondasi dengan tidak merombak tim secara ekstrem, melainkan menyempurnakan fondasi solid yang sudah ada.
Ditunjuk sebagai pelatih, Zidane mengaku seperti memimpi tapi nyata. Selama ini dia mengimpikan melatih Timnas Prancis sehingga ia menolak semua tawaran itu dari negara mana pun.
“Bagi saya, hari ini seperti mimpi yang terwujud. Saya punya banyak tawaran melatih klub dalam 4-5 tahun terakhir, dan saya tolak semua demi Timnas Prancis,” ujar Zidane di The Athletic.
“Ini satu-satunya keinginan saya. Saya sudah jadi bagian tim itu sejak masih kecil; saya mulai di tim U-15 dan bekerja keras untuk di setiap level usia hingga mencapai skuad senior. Saya ingin memberikan segalanya agar tim ini terus menang – itu satu-satunya yang bikin saya semangat,” timpalnya.
Debut pertama Zidane sebagai pelatih Prancis saat Les Bleus bertemu Turki di matchday pertama Liga A Nations League akhir September, sebelum melakoni laga kandang perdana kontra Italia di Stade de France 2 Oktober.





