PM Thailand Pidato di Sekretariat ASEAN Jakarta, Tawarkan Solusi Hadapi Kompleksitas Tantangan Regional

Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul melalkukan kunjungan kerja ke Indonesia, dari 3-4 Agustus 2026. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan perdananya ke Sekretariat ASEAN di Jakarta.

MyLiderNews.com – Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul melalkukan kunjungan kerja ke Indonesia, dari 3-4 Agustus 2026. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan perdananya ke Sekretariat ASEAN di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, Anutin menyampaikan pddato di Sekretariat ASEAN Selasa (4/8). Ia mengemukakan kompleksitas tantangan yang dihadapi negara-negara anggota ASEAN saat ini.

Menurutnya, ASEAN saat ini berada di persimpangan jalan. Pilihan yang diambil saat ini, lanjut dia, akan menentukan apakah organisasi bangsa-bangsa di Asia Tenggara ini mampu terus membentuk masa depannya sendiri sekaligus mempertahankan perannya sebagai kekuatan yang dipercaya dan konstruktif di tingkat regional maupun global.

“ASEAN kini berada di sebuah persimpangan jalan. Pilihan-pilihan yang kita ambil hari ini akan menentukan apakah ASEAN mampu terus membentuk masa depannya sendiri serta tetap menjadi kekuatan yang dipercaya dan konstruktif, baik di tingkat kawasan maupun global,” katanya.

Persoalannya, dia menambahkan, ASEAN saat ini menghadapi kondisi dunia yang sangat berbeda dibandingkan ketika organisasi tersebut didirikan pada 1967.

Kala itu, Asia Tenggara merupakan kawasan yang diwarnai konflik, ketidakpercayaan, dan persaingan. Namun, para pendiri ASEAN memilih bersatu dengan keyakinan bahwa perdamaian dimulai ketika dialog dikedepankan dibandingkan perpecahan, serta kerja sama lebih diutamakan daripada konfrontasi.

Memasuki usia ke-59 tahun, menurut Anutin, tekanan yang dihadapi ASEAN semakin kompleks karena berbagai tantangan kini saling berkaitan dan berdampak langsung terhadap perekonomian maupun kehidupan masyarakat di kawasan.

Menurut Anutin, persaingan strategis antarnegara kini memengaruhi perdagangan, investasi, perkembangan teknologi, hingga rantai pasok global.

Selain itu, konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, berpotensi mengganggu pasokan energi dan mendorong kenaikan biaya di seluruh kawasan.

Perdana Menteri Thailand itu juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Baca Juga  Presiden Ukraina Zelenskyy Sebut Gencatan Senjata Lebih Baik dari Perang Berkepanjangan

Menurut dia, AI dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi pada saat yang sama juga memungkinkan jaringan kejahatan beroperasi lebih cepat dan melintasi batas negara. “Semua ini merupakan tantangan regional yang membutuhkan jawaban regional,” ujarnya.

Anutin Tawarkan Solusi

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Anutin menegaskan ASEAN harus merespons dengan penuh keyakinan. Ia mendorong ASEAN perlu memperkuat fondasi internal agar mampu menghadapi berbagai tekanan dari luar.

Pada saat yang sama ASEAN tetap menjaga kebebasan dalam menentukan pilihan strategis dan mendiversifikasi berbagai opsi saat berinteraksi dengan dunia yang lebih luas.

Ia mengatakan langkah tersebut harus diwujudkan melalui integrasi yang semakin mendalam, institusi yang lebih kuat, serta kemitraan yang lebih luas. “Hal itu berarti memperdalam integrasi, memperkuat institusi, dan memperluas kemitraan,” tambahnya.

Diketahui, kunjungan seorang perdana menteri Thailand ke Sekretariat ASEAN kali ini merupakan yang pertama sejak terakhir kali dilakukan pada 2009.

Sebelum mengunjungi Sekretariat ASEAN, PM Anutin juga menghadiri dan berbicara pada forum bisnis Thailand-Indonesia.

PM Anutin tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/8) sore, untuk memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari di Indonesia.

Kunjungan resmi tersebut merupakan lawatan perdana Anutin ke Indonesia sejak resmi menjabat sebagai perdana menteri ke-32 Thailand pada September 2025.

Kunjungan itu juga menjadi kunjungan pertama seorang perdana menteri Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *