Taiwan Protes Latihan Bersama Angkatan Laut China-Indonesia, Ini Penjelasan TNI AL

Taiwan mempertanyakan urgensi latihan militer gabungan Angkatan Laut China dan Indonesia (RI) yang diselenggarakan di timur wilayah kepulauan tersebut.

MyLiderNews.com, Taiwan mempertanyakan urgensi latihan militer gabungan Angkatan Laut China dan Indonesia (RI) yang diselenggarakan di timur wilayah kepulauan tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan hari Selasa (11/8), Dewan Urusan Daratan (Mainland Affairs Council/MAC) Taiwan menyatakan latihan tersebut merupakan “provokasi militer” yang harus dihentikan karena melanggar status quo.

Menurut MAC, latihan ini cerminan bahwa Beijing sedang berupaya melibatkan “negara-negara relevan” dalam latihan militernya di perairan timur Taiwan.

“Ini sebenarnya manipulasi politik, ‘latihan namanya, tapi ekspansi kenyataannya’. Ini bertujuan menciptakan kesan palsu di hadapan komunitas internasional bahwa China memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan,” demikian pernyataan MAC, dikutip Reuters.

MAC menilai latihan gabungan ini “berbahaya” karena mengacaukan status quo. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Taiwan secara terpisah menyatakan mereka telah meminta “klarifikasi” dari Indonesia mengenai partisipasinya dalam latihan tersebut.Referensi Geografis

Pada Rabu (12/8), asisten wakil kepala staf umum bidang intelijen Taiwan, Wu Tien-jen, mengatakan kapal perang Indonesia yang terlibat dalam latihan tidak datang khusus untuk berlatih dengan angkatan laut China. Kapal RI tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari Jepang.

Kapal itu berada sekitar 70 hingga 80 mil laut di lepas pantai timur Taiwan, di Samudra Pasifik. “Secara militer, ini tidak berdampak langsung pada Taiwan. Ini memiliki signifikansi geopolitik,” katanya.

Menanggapai pernyataan pihak MAC, TNI Angkatan Laut menyatakan latihan lintas laut dengan Angkatan Laut China di perairan timur Taiwan merupakan bagian dari diplomasi maritim dalam perjalanan pulang KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ke Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam keterangannya mengatakan, latihan lintas laut (Passing Exercise/Passex) merupakan kegiatan yang lazim dilakukan angkatan laut berbagai negara.

Baca Juga  Mahasiswa UI Kembali Bergerak, Mempertegas 8 Tuntutan dan Sejumlah Kebijakan Pemerintah

“Passing Exercise (Passex) merupakan ‘goodwill engagement’ yang umum dilakukan angkatan laut dunia sebagai wujud ‘naval brotherhood’ serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang,” kata Tunggul, Rabu (12/8).

Tunggul mengatakan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 melaksanakan Passex dalam perjalanan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan latihan bersama dengan Rusia di Vladivostok.

“Selama perjalanan lintas laut KRI GNR-332 menuju Tanah Air akan melaksanakan Passex dengan negara-negara yang akan dilewati,” katanya.

Menurut dia, kegiatan tersebut sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara.

“Indonesia berpeluang membangun kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun termasuk giat Passex dengan sejumlah negara,” katanya.

Kementerian Pertahanan China sebelumnya menyatakan kapal Angkatan Laut China Honghe dan fregat Angkatan Laut Indonesia akan menggelar latihan navigasi bersama di perairan sebelah timur Taiwan pada pertengahan Agustus.

Menurut pernyataan tersebut, latihan mencakup komunikasi dan pengisian perbekalan di laut serta ditujukan untuk meningkatkan kemampuan operasi bersama dan kerja sama antara angkatan laut kedua negara.

Perairan timur Taiwan menghadap Samudra Pasifik dan Laut Filipina serta berada di luar kawasan Laut China Selatan. Latihan tersebut berlangsung setelah KRI I Gusti Ngurah Rai-332 mengikuti latihan bersama dengan Angkatan Laut Rusia di Vladivostok sebelum berlayar kembali menuju Indonesia

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *